Senin, 16 Juni 2014
BIEBER LVE STORY "Drive Fast" (chapter 1)
PROLOG
malam ini ramai sekali, semua pembalap sudah bersiap di mobil mereka. penonton yang terdiri dari remaja sampai remaja dewasa sudah berdiri dipinggir jalanan aspal yang selalu menjadi arena balapan mobil setiap malam kamis. gadis-gadis muda bersorak riang ketika para pembalap menghidupkan mesin mobil mereka, menandakan bahwa mereka siap untuk memulai perlombaan ilegal ini.
gadis-gadis muda yang sengaja memakai pakaiyan yang sangat ketat dan pendek agar dapat menarik perhatian para pembalap, mulai menggerumbuli mobil para pembalap. tetapi 1 mobil yang tidak didatangin oleh satu orang gadis pun, mobil itu terlihat sangat mewah dan mengkilat. warnanya yang kuning menambah kian menambah kilatan mobil indah itu. tidak bisa dipungkiri jika mobil itu adalah mobil yang sangat mahal. semua gadis akan rela mati hanya untuk bisa mendapatkan siapa saja yang duduk dibalik stir mobil kuning tersebut. tapi bukanlah mobil masalahnya, tapi tidak ada satu orang pun yang mengetahui siapa pengemudi mobil itu, kacanya sangat hitam dan gelap. tidak ada yang bisa melihat apapun didalam mobil itu dari luar. dan setiap kali kali mobil itu memenangkan perlombaan dia hanya akan mengeluarkan tangannya untuk mengambil uang yang telah dijanjikan oleh penyelenggara lomba untuk para pemenang, dan setelah itu langsung pergi tanpa merayakan kemenangannya seperti pembalap lain yang akan merayakan kemenanggannya dengan cara berpesta di club dan mengajak wanita tidur bersama mereka.
pertannyaan yang sama dibenak semua orang disana 'siapa sih mobil kuning?'
Connie Hazel gadis cantik pemilik rambut kuning mengkilat, mata yang biru laut, dan badan yang sexy ini berdiri di depan 6 buah mobil yang sudah siap menginjak gas dan melaju cepat seperti layaknya angin. Connie mulai mengangkat kedua tangannya keatas, dengan tangan kanan memengang sebuah bendera dan perlahan ia menjatuhkan tangan kirinya, menandakan agar semua pembalap bersiap-siap. lalu tangan kanannya mengayunkan bendera dan dengan satu kali hentakan kebawah, balapan pun dimulai.
Langganan:
Komentar (Atom)
